Thank you!

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Minimal Design

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Download high quality wordpress themes at top-wordpress.net

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Easy to use theme admin panel

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown ...

Archive for 20/12/09 - 27/12/09

Lupa akan Kesalahan

Lupa akan keasalahan
Salah satu orang yang merugi di dunia dan di akherat ialah, orang yang melupakan kesalahan-kesalahannya,karena dengan melupakan kesalahan ia akan lupa akan istigfar, memohon ampun kepada allah.
sesuatu yang merusak iman adalah dosa, sedangkan sesuatu yang merusak dosa adalah istigfar,  dan iblis menyadari akan hal itu, maka dia manuver dan kembali mencari akal untuk selalu mengganggu anak cucu adam yaitu dengan hawa nafsu.
 oleh karena itu dengan hawa nafsu itulah,manusia sering lupa akan akherat,dan lebih mencari dunia, sedangkan allah berfirman dalam surat "al-imran" ayat 10
10. Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka

"ya allah berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat,dan lindungilah kami dari siksa api neraka......amin "

Sabar

SABAR

kesucian hati: Munafik

Munafik


Rabu, 23 Desember 2009

MUNAFIK

Nabi saw. Bersabda : “ Aku dan orang-orang bertakwa dari umatku bebas dari berpura-pura.”

Seorang yang bertakwa tidak pernah berpura-pura dalam beribadah, tetapi sudah menjadi tabiatnya. Dia menyembah Allah swt. Dengan lahir dan batinnya tanpa berpura-pura. Hanya orang-orang munafik selalu berpura-pura dalam semua keadaannya , apalagi dalam beribadah kepada Allah swt. Mereka beribadah dalam bentuk lahir tanpa disertai batinnya, mereka menghapal Al’quran tetapi tidak mengamalkannya, menghapal hadist tapi tidak mengamalkannya, mereka mencegah manusia tapi tidak meninggalkannya, mereka tidak menyadari perbuatan mereka sengat dibenci Allah swt sebagaimana firmanNya “ Sangat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Hendaknya diam dari berkata-kata yang tidak kita lakukan itu menjadi perangai kita, tidak ingin dikenal menjadi pakaian kita dan lari dari mahluk itu menjadi tujuan. Tetapkanlah adab ketika dihadapanNya. Selama hati kita jauh dariNya, berarti adab kita buruk terhadapNya, jika hati kita mendekat berarti adab kita baik. Mereka ( orang-orang munafik ) telah menyia-nyiakan umur untuk menulis dan menghapal ilmu tanpa amal. Nabi saw. Bersabda : “ Pada hari kiamat, Allah swt berfirman kepada para nabi dan ulama, ‘ kamu adalah penjaga manusia, lalu apa yang kamu perbuat dalam penjagaanmu ? ‘ Dia berkata kepada para raja dan orang-orang kaya, ‘ Kamu adalah juru kunci perbendaharaanKu, apakah kamu telah menyumbang orang-orang fakir, merawat anak-anak yatim, dan mengeluarkan hak-Ku dari yang Aku wajibkan atas kamu ?”. Terimalah nasihat Rasulullah, janganlah kau keraskan hatimu seperti batu, hendaklah kamu diam bersama Allah swt ketika datang kodrat dan perbuatanNya kamu akan melihat kelembutan dariNya.

4 kategori orang orang sengsara di dunia & akherat

Ada 4 kategori orang yang sengsara di dunia & blangsat akherat, yaitu:
  1.  Orang yang melupakan kesalahan
  2. Orang yang selalu mengingat kebaikannya
  3. Orang yang melihat dunia dari atas
  4. Orang yang melihat urusan Akherat dari bawah 

albaqoroh

2. Al Baqarah



2. Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12]
2. Al Baqarah

3. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami anugerahkan kepada mereka. Asbabun nuzul

5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung[19]. Asbabun nuzul

6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Asbabun nuzul